Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara, Usnia mengatakan, telah membagi tugas bersama Dinas Kesehatan kabupaten/kota dalam menangani kasus DBD tersebut.

“Di Kota Kendari kami sudah membagi tugas dengan melibatkan Dinkes Sulawesi Tenggara, Kota Kendari dan KKP dalam mengantisipasi terjadinya lonjakan DBD dengan melaksanakan fooging,” kata Usnia di Hotel Claro, pada Senin (15/1/2024).

Sementara itu, Pj Gubernur Sulawesi Tenggara, Andap Budhi Revianto juga turut mengunjungi satu persatu pasien anak yang menderita DBD, kemudian menanyakan keadaan pasien.

Ia berharap kasus DBD ini tidak meningkat terus, dengan melakukan langkah secara nyata untuk menyelamatkan keluarga dan masyarakat di Sulawesi Tenggara.

Baca Juga: BPBD Ungkap Pemicu Bencana Alam di Kota Kendari