"Ini endemik sampai dengan bulan Maret, olehnya itu di dalam keluarga harus ada satu orang yang bertugas untuk melakukan langkah-langkah melakukan 3M Plus di lingkungan rumah," imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kendari, Elfi mengatakan, penyebab maraknya kasus DBD dikarenakan peralihan musim kemarau ke penghujan, sehingga banyak area-area perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegepty.
Penyebab naiknya kasus DBD ini karena peralihan musim yang tadinya kemarau ke musim hujan. Jadi inilah yang membuat potensi tempat-tempat berkembangbiaknya nyamuk ini.
"Kalau musim hujan kan banyak genangan air, jadi tempat berkembang biaknya nyamuk ini. Yang penting ada genangan, menjadi tempat yang sangat favorit untuk nyamuk bertelur dan kemudian menjadi nyamuk dewasa. Inilah yang menjadi potensi ledakan kasus DBD,” ungkapnya pada Kamis (11/1/2024). (A)
Penulis: Erni Yanti
