MUNA, TELISIK.ID - Jejak peradaban Kerajaan Muna masih bisa disaksikan sampai hari ini. Konon ceritanya, Kota Wuna yang terletakan di Kecamatan Tongkuno, di eranya menjadi pusat pemeritahan para Raja Muna. Daya tarik lainnya di Kota Wuna, terdapat peninggalan sejarah dengan cerita yang hampir tidak dapat dikaji akal sehat.

Kota Wuna terletak di Desa UPT Wuna (kampung lama red), Kecamatan Tongkuno. Berjarak kurang lebih 25 km dari Kota Raha. Bagi pengunjung yang hendak ke Kota Wuna, dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat maupun dua.

Dari kota tersebut, peradaban Kerajaan Muna dibangun. Di kota "tua" itu sampai saat ini, pengunjung masih dapat melihat jejak kebesaran Kerajaan Muna. Dari kuburan raja yang terletak di atas bukit, batu tempat mengambil sumpah para raja sampai Masjid Wuna yang masih berdiri kokoh di atas bukit.

Di Kota Wuna juga pengunjung dapat menyaksikan perahu Sawerigadi yang telah berubah menjadi batu. Serta batu berbunga yang menjadi asal muasal penamaan Muna dan gua di puncak gunung yang berukuran 5x4 meter yang dulu digunakan untuk tempat bersemedi bermohon keberkatan.

Wuna dalam bahasa Muna berarti bunga. Konon nama Wuna ada karena terdapat batu yang di pinggirnya tumbuh bunga yang memiliki kembang ampas seperti padi dewasa, yang terdapat di Kota Muna. Masyarakat Muna menyebutnya Kontu Kowuna, artinya batu berbunga.