Kapal berbentuk batu tersebut berada di bagian utara dari Kota Wuna. Bila dilihat dari kejauhan, batu tersebut memang menyerupai kapal layar.
Kota Wuna di zaman kekuasaan Lakilaponto, lanjut Hadi, dijadikan pusat kerajaan. Untuk mengamankan Kerajaan Muna dari serangan luar, Lakilaponto membangun benten yang mengelilingi Kota Wuna. Pembangunan Kota Wuna kemudian dilanjutkan oleh penggantinnya La Posasu, yang juga adiknya. (B)
Penulis: Sunaryo
Editor: Haerani Hambali
