Penyerahan uang dilakukan di rumah Maliki pada sekitar Desember 2018 dengan melibatkan ajudan Abdul Wahid.
Kemudian, lanjut Firli, pada awal tahun 2021 Maliki menemui Abdul Wahid di rumah dinas jabatan bupati guna melaporkan terkait plotting paket pekerjaan lelang pada Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Hulu Sungai Utara tahun 2021.
Baca Juga: Letjen TNI Ganip Warsito Sebut Mayjen TNI Suharyanto Tepat Pimpin BNPB
"Dalam dokumen laporan plotting paket pekerjaan tersebut, MK (Maliki) telah menyusun sedemikian rupa dan menyebutkan nama-nama dari para kontraktor yang akan dimenangkan dan mengerjakan berbagai proyek dimaksud," tutur Firli.
Abdul Wahid lantas menyetujui plotting paket dimaksud dengan syarat ada pemberian commitment fee dari nilai proyek dengan persentase pembagian fee yaitu 10 persen untuk Abdul Wahid dan 5 persen untuk Maliki.
