Simulasi kali ini melibatkan anggota KPPS sebagai pemilih, bertujuan agar badan adhoc dapat lebih memahami alur dan prosedur dalam pelaksanaan pemungutan suara.

Kegiatan serupa, kata La Ode Supardi, akan dilanjutkan di tingkat KPPS atau per kelurahan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam.

Tujuan utama dari simulasi ini adalah untuk mengukur efektivitas kinerja KPPS dalam melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara serta menguji efisiensi waktu yang dibutuhkan.

“Kami juga ingin memeriksa alur pemungutan suara, penggunaan surat suara dan formulir, serta memastikan aplikasi Sirekap (sistem informasi rekapitulasi, red) berfungsi dengan baik untuk rekapitulasi data suara,” jelasnya.

La Ode Supardi berharap, setelah simulasi ini, anggota KPPS dapat memahami tata cara persiapan pemungutan suara, pengisian salinan formulir C, dan proses pengiriman data ke dalam aplikasi rekapitulasi digital dengan lancar.