BUTON SELATAN, TELISIK.ID - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam unjuk rasa menuntut kasus video call sex (VCS) yang menyeret nama calon anggota DPRD terpilih, diusut hingga tuntas.

Masa yang tergabung dalam aksi protes tersebut, melakukan hering ke Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Buton Selatan. Namun ketika sampai di lokasi, masa dibuat kecewa dengan kondisi kantor yang tidak ada aktivitas dari para pengurus partai besutan Megawati Soekarno Putri tersebut.

Tidak puas, masa aksi melanjutkan konvoi menuju ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buton Selatan. Satu dari empat tuntutan aksi masa yang berasal dari Gerakan Pemuda Sampolawa dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Buton adalah agar KPU Buton Selatan untuk tidak melantik calon legislatif terpilih tersebut.

Mendengar hal itu, Ketua Divisi Teknis dan Penyelenggaraan KPU Kabupaten Buton Selatan, Deni Djohan memanggil para aksi untuk melakukan dialog terbuka terkait tuntutan yang dilayangkan kepada pihak KPU Buton Selatan.

Baca Juga: Pertama Kali, Buton Selatan jadi Lokasi KKN Mahasiswa UGM