“Sepengalaman saya dan sepengetahuan saya melakukan pengecekan DPK di berbagai daerah di Indonesia, itu bahkan ada yang mencapai 6 persen. Artinya, secara pribadi saya menilai angka 3,38 persen atau 13.037 orang pemilih ini pada dasarnya masih dalam rentang yang normal untuk DPK di berbagai daerah di Indonesia,” ujar Idham.
Idham kemudian meminta KPU Provinsi Papua Barat memutakhirkan data pemilih secara baik. Termasuk pemilih di DPK didata ulang untuk dimasukkan ke DPT agar bisa digunakan pada pemilihan kepala daerah (pilkada).
Kemenangan Prabowo-Gibran juga dicatatkan di Provinsi Riau dengan meraih 1.931.113 suara. Kemenangan ini selisih 500 ribu lebih suara dari pasangan AMIN yang menempati posisi kedua dengan 1.400.093 suara. Selanjutnya Ganjar-Mahfud mengumpulkan 357.298 suara.
Di Sulawesi Tenggara, Prabowo-Gibran mengumpulkan 1.113.344 suara, Anies-Muhaimin 361.585 suara, dan Ganjar-Mahfud 90.727 suara.
Kemenangan besar dibukukan Prabowo-Gibran di Jawa Timur dengan mendominasi 16.716.603 suara. Sebelumnya di Jawa Tengah, Prabowo-Gibran juga menjadi peraih suara terbanyak hingga angka 12 juta.
