KENDARI, TELISIK.ID - Pasangan Calon (Paslon) di Pilkada Sultra 2020 lebih memilih melakukan kampanye tatap muka dibanding secara daring atau online.
Padahal Pilkada di tengah pandemi COVID-19 Paslon diminta kampanye melalui daring.
Pengamat Politik Sultra, Najib Husein melihat, tidak lebih dari 5 persen Paslon kampanye secara daring.
"Kalaupun ada, itu lebih banyak pada persoalan saling menyerang para Paslon baik lewat akun resmi maupun akun-akun palsu," kata Najib, Kamis (29/10/2020).
Najib menilai, kurangnya kampanye daring dikarenakan tidak tegasnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam memberikan penekanan kepada Paslon untuk melakukan kampanye secara online.
