Harjito mengungkapkan, jika tempat berjualan sekarang tak sedikit mengeluarkan biaya. Sehingga motor miliknya menjadi salah satu alasannya menjadikannya lapak sate.
Dia mengatakan, pembelinya tergantung dari ramainya pengunjung di Pasar Baruga. Dari hasil lapak motornya ini bisa menghabiskan ratusan tusuk sate.
"Ini rata-rata 500-an tusuk sate per hari, tergantung rame dan tidak orang di pasar," ungkapnya.
Baca Juga: Jadi Warga Rantau, Ibu Ini Bangun Usaha Nasi Uduk Jakarta
Sementara seorang pembeli, Taranu mengatakan jika sate miliknya enak dan mantap.
