KENDARI, TELISIK.ID – Krisis air bersih melanda Kecamatan Abeli, Kota Kendari, khususnya di Kelurahan Talia dan Poasia. Warga kesulitan mendapatkan sumber air bersih terdekat.

Air yang biasa digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga kini hanya mengalir lima hari sekali, dari pukul 06.00 hingga 11.00 Wita.

Sebagai alternatif, warga berupaya menggunakan sumur bor. Namun, solusi ini juga belum memberikan hasil yang memuaskan.

Baca Juga: Sultra Dapat Dukungan Bappenas Bangun Pelabuhan dan Bandara Internasional

Air dari sumur bor berwarna kuning dan tidak layak dikonsumsi, karena kandungan garam yang tinggi akibat lokasi pemukiman yang berdekatan dengan laut.