Herni (44), ibu rumah tangga di kelurahan Poasia, mengaku harus membeli air galon untuk keperluan memasak dan minum.
"Dalam sebulan bisa habis 50 sampai 60 galon, hanya untuk masak dan minum. Itu belum termasuk mandi dan cuci. Berat sekali buat kami yang penghasilannya pas-pasan," keluh Herni, Senin (5/5/2025).
Baca Juga: HIPMI Inginkan UMKM Sultra Naik Kelas, Dukung Empat Program Strategis Prabowo
Kondisi yang sama dialami oleh warga lainnya yang terdampak, Rasyid (51). Dia menyampaikan keprihatinannya atas minimnya perhatian dari Pemerintah Kota Kendari.
"Kami butuh bantuan segera. Kalau air bersih terus sulit, bukan cuma ekonomi yang terdampak, tapi juga kesehatan warga. Anak-anak juga akan gatal-gatal karena air sumur yang keruh dan kuning” tuturnya.
