Dalam perspektif Islam, begitu jelas bahwa amal yang paling disukai Allah adalah amalan sosial. Secara esensial kepedulian sosial itu adalah amal soleh yang mesti selalu diamalkan atau dimiliki oleh seseorang muslim. Kalau seseorang berbuat baik pada sesama pada esensinya dia telah berbuat baik pada dirinya sendiri. Minimal mendapat keutamaan yakni jika seseorang semakin peduli pada sesama, maka rezki seseorang semakin bertambah.

Semakin sering kita peduli pada sesama saudara kita, maka semakin juga mendapat perhatian dari penduduk langit. Sikap masa bodoh amatlah dibenci Allah. Sebaliknya sikap empati pada sesama adalah sikap muslim yang amat disukai oleh Allah SWT.

Dalam kondisi sekarang ini, jangankan seseorang peduli dengan agamanya, peduli dan berpikir untuk kemajuan bangsa, berpikir untuk memajukan masyarakat sekitarnya, peduli akan keluarga sendiripun, banyak yang gagal fokus.

Maka untuk mengasah rasa peduli, seseorang setidaknya peduli pada lingkungan rumah tangga sendiri dulu. Kemudia peduli pada lingkungan sekitar rumahnya, dan secara bertahap sedikit sedikit membantu orang susah di sekitarnya. Dengan demikian seseorang akan tumbuh dan memiliki rasa kepedulian sosial. (*)