Seoul, TELISIK.ID - Divisi Mobile eXperience (MX) Samsung dikabarkan memangkas produksi smartphone hingga 30 persen pada kuartal keempat 2026 dan sudah memberitahu para pemasok komponen. Laporan media Korea Selatan Money Today menyebut target pengiriman tahunan direvisi dari 270 juta unit menjadi sekitar 200 juta unit.

Pemicu langkah itu adalah lonjakan harga chip memori. Harga kontrak RAM 12GB LPDDR5X untuk ponsel mencapai 145 hingga 146 dolar AS pada kuartal kedua 2026, naik 175 persen dibanding tahun sebelumnya, menurut data TrendForce yang dikutip Money Today. Pada kuartal ketiga, harga diperkirakan naik sekitar 20 persen lagi hingga mendekati 180 dolar AS.

Samsung disebut mencatat kerugian kuartalan pertama dalam sejarah divisi mobile-nya pada kuartal kedua 2026, dengan kerugian divisi DX sekitar 544 juta dolar AS dan divisi mobile menyumbang sekitar 476 juta dolar AS.

“We’ll have to raise prices going forward, though it will be moderate,” kata Richard Yu, kepala bisnis konsumen Huawei, yang dikutip Bloomberg awal bulan ini.

“It’s hurting our profitability very badly,” ujarnya menggambarkan dampak krisis memori terhadap bisnis ponsel Huawei.

Dari sisi pasokan, produsen chip Micron menyebut lebih dari 75 persen output produksinya untuk 2027 sudah terikat kontrak pelanggan, sehingga pasokan 2027 dan 2028 diperkirakan lebih ketat dibanding 2026. Dampaknya juga dirasakan di Indonesia: menurut Selular.id, Galaxy S26 Ultra varian 1TB menembus Rp33 juta, sementara lembaga riset Omdia memperkirakan harga DRAM dan NAND tetap tinggi hingga paruh pertama 2027.