"Ada pasokan vaksin dari COVAX melalui kolaborasi UNICEF, WHO, dan lain-lain, tentunya mereka memiliki akses vaksin yang gratis hingga 20 persen dari populasi yang didanai para penyandang kerja sama COVAX. Jadi sama sekali tidak dipungut pembayaran dalam pelaksanaannya," kata Lindstrand.

Sementara itu, dilansir Tempo.co, Ekonom senior Faisal Basri kembali mengkritik rencana pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong Individu alias vaksinasi berbayar untuk individu.

Baca Juga: Indonesia Kembali Terima 1.041.400 Dosis Vaksin AstraZeneca

Baca Juga: HIPMI Tolak Wacana Perpanjangan PPKM Darurat, Ini Alasannya

Menurut dia, perusahaan pelat merah sejak awal menganggap vaksinasi sebagai peluang bisnis.