Heru Purwoko menambahkan, pada pukul 17.00 Wita, bertempat di Kelurahan Pondidaha telah berkumpul pemuda dengan tujuan untuk menghadang suporter dan pemain dari Desa Amesiu yang akan melintas pulang dengan membawa kayu dan parang.
Pihaknya sempat menghimbau agar para pemuda Kelurahan Pondidaha membubarkan diri dan tidak melakukan penghadangan, namun tidak diindahkan dan tetap berkumpul dan para pemuda bertambah banyak.
Namun lanjut, Kapolsek pada pukul 19.00 Wita, para pemain dan suporter dari Desa Amesiu yang dikawal oleh PNPP Polsek Pondidaha dan para tokoh masyarakat melintas di Kelurahan Pondidaha, namun ada beberapa pemuda yang langsung memukul Sugiman yang berasal dari Desa Amesiu.
"Sehingga PNPP Polsek Pondidaha bersama warga berusaha melerai kerumunan orang dan mengamankan korban pemukulan ke Kantor Polsek," tambahnya.
Lebih lanjut pada pukul 20.00 Wita, PNPP Polsek Pondidaha mendapatkan informasi, jika masyarakat Desa Amesiu sudah berkumpul di balai desa dengan membawa senjata tajam dengan jumlah sekitar 40 orang untuk melakukan serangan balasan kepada pemuda Kelurahan Pondidaha.
