“Awal mula peristiwa ini dilaporkan terjadi pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan M 50 tahun dan korban lain ND yang merupakan menantu dari korban,” ujarnya, Rabu (17/4/2024)
Kombes Pol Aris mengatakan, pihak kepolisian mulai curiga setelah Novi memberikan keterangan yang berbeli-belit dan tidak jelas.
“Setelah penyelidikan kita mendapatkan fakta-fakta di lapangan kita mendapatkan kejanggalan, karena berdasarkan hasil penyelidikan tidak ada seperti yang disampaikan oleh ND,” terangnya.
Kombes Pol Aris menceritakan awalnya, sebelum menjemput Mirna yang berada di Sampara, Kabupaten Konawe, pukul 08.00 Wita. Novi bertemu Firman di depan ATM BRI area Anduonohu, Novi mengajak Firman makan bakso di rumah makan Gajah Mungkur untuk merencanakan aksi pembunuhan pada hari itu.
Sehabis makan, Novi melanjutkan ke Sampara untuk mengajak Mirna berbelanja di Indogrosir Kendari, namun suami Novi tidak diajak, dengan alasan Novi saat itu tidak memiliki cukup uang untuk mentraktir banyak orang. Sebab jika suaminya ikut maka saudara-saudaranya akan ikut juga.
