Risawal mengungkapkan, pihaknya menerima laporan langsung melalui grup mitra bersama tim Basarnas, yang mana pada saat menerima laporan pihaknya langsung terjun ke lokasi kejadian guna mengevakuasi dan menyelamatkan para penumpang kapal tersebut.

Ia mengatakan, pada saat pihaknya telah sampai di perairan tempat kapal Q Express mengalami insiden kebocoran, pada saat itu kapal tersebut masih dalam posisi terus berjalan dengan kecepatan sedang menuju daratan terdekat.

Hal ini dilakukan sebab apabila kapal berada pada posisi diam, maka debit air akan semakin bertambah dan memicuh kapal tenggelam.

Setelah berhasil menepih di perairan yang dekat dengan daratan, pihak tim gabungan BPBD Buton Selatan bersama SAR Baubau melakukan evakuasi terhadap 36 orang korban yang berasal dari 30 orang penumpang dan 6 orang Anak Buah Kapal (ABK) termasuk Kapten Kapal Q Express.

Dengan memindahkan para korbang ke Kapal RB 210 yang berukuran cukup besar untuk menampung jumlah penumpang yang dievakuasi.