Risawal membeberkan alat yang digunakan pada saat proses evakuasi terhadap 36 orang korban yakni diantaranya RIB dan RB 210 milik Basarnas.
Ia mengungkapkan, para korban yang dievakuasi dan yang kemudian diantar pulang sampai dengan selamat di Pulau Batu Atas Buton Selatan adalah para penumpang yakni sebanyak 30 orang dengan menggunkan RB 210.
Sedangkan, sisanya para ABK kapal dan kapten kapal memilih untuk tinggal di Batauga satu malam untuk memperbaiki kebocoran pada lambung bagian depan kapal Q Express di pesisir Pantai Masiri, Batauga, Buton Selatan yang dikawal langsung oleh RIB milik tim SAR gabungan.
Saat dilakukan penelusuran pada lokasi tempat Q Express menepih guna melakukan perbaikan kebocoran pada lambung bagian depan kapal di pesisir pantai Masiri, Buton Selatan, Tim Telisik.id hanya bertemu dengan salah satu nelayan, Diman.
Menurut Diman, kapal Q Express telah bertolak ke Pulau Batu Atas pada pukul 6.00 pagi waktu setampat.
