Baca Juga: JASF 2026 Dorong Mahasiswa Angkat Lokalitas Sultra Lewat Film, Hadirkan Kompetisi Anak hingga UMKM

Dalam perjalanan tersebut, telepon genggam Eka diambil. Setelah beristirahat sekitar satu jam, ia dibawa menjalani pemeriksaan kesehatan (medical check-up) di sebuah lokasi yang tidak ia ketahui nama maupun wilayahnya, lalu kembali ke rumah tersebut.

“Pada 29 September saya dibawa ke Bogor untuk membuat paspor, dan tanggal 5 Oktober semua berkas selesai. Kami kemudian diberangkatkan ke bandara dan handphone baru dikembalikan,” ungkap Eka kepada telisik.id, Senin (19/1/2026).

Ia menceritakan, selama berada di bandara hingga masuk ke pesawat, komunikasi hanya dilakukan melalui telepon. Setibanya di Oman, Eka dijemput oleh seseorang yang sebelumnya telah dikirimkan fotonya oleh sponsor.  

Ia lalu dibawa ke sebuah apartemen untuk bermalam satu malam sebelum akhirnya dibawa ke kantor penyalur untuk dijemput majikan.