Pada 6 Oktober 2025, Eka resmi mulai bekerja di rumah majikannya. Menurutnya, selama satu bulan pertama kondisi kerja masih berjalan normal. Namun, memasuki bulan kedua dan ketiga, ia mulai mengalami sakit kepala hebat hampir setiap hari.

“Saya sudah minum obat dan dibawa ke dokter, tapi sakitnya tidak hilang. Sampai akhirnya saya tidak sanggup bangun bekerja,” ujarnya.

Eka mengaku, saat kondisi tubuhnya melemah, majikan memaksanya tetap bekerja. Ia bahkan mengalami kekerasan fisik.

“Majikan memukul bagian belakang tubuh saya dengan tangan, mendorong saya berulang kali, dan memaksa mengangkat barang belanjaan dari mobil,” katanya sambil menangis.

Baca Juga: Kafe Ramatama Kendari Hadirkan Nuansa Homie yang Estetik dan Bikin Betah Pengunjung