Eka juga mengungkap pelecehan seksual yang dilakukan oleh majikannya. Saat ia mengeluhkan sakit kepala, majikan tiba-tiba memeluk dan meremas bagian tubuh sensitifnya, sembari mengatakan bahwa orang lain mungkin akan memukulnya lebih keras.
Tak berhenti di situ, keesokan harinya majikan kembali berusaha mendekatinya saat ia sedang tidur di ruang setrika. Majikan masuk ke ruangan, menutup pintu, dan memegang tangan Eka, hingga ia berteriak dan menyuruhnya keluar.
Merasa terancam, Eka mengaku telah meminta pihak kantor penyalur agar dipulangkan. Namun hingga kini, permintaannya tidak mendapatkan respons.
“Saya sudah minta pulang ke kantor, tapi tidak dipedulikan. Saya takut majikan akan terus mencari kesempatan untuk berbuat hal buruk,” tuturnya.
Atas kondisi tersebut, Eka berharap pemerintah Indonesia, khususnya instansi terkait perlindungan PMI, dapat segera turun tangan untuk menyelamatkan dan memulangkannya ke Tanah Air. (C)
