RIAU, TELISIK.ID - Belakangan viral di media sosial, pernyataan Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil, yang menyebutkan pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai iblis atau setan, menimbulkan kontroversi.
Dalam beberapa video yang beredar, ia juga menyebut akan berpindah ke Malaysia jika pemerintah pusat tak ingin mengurus warga di daerahnya.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini deretan kronologis awal perseteruan Bupati Meranti dan Kemenkeu.
1. Bupati Meranti kecewa pada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan
Mengutip Tempo.co, dalam rapat koordinasi Pengelolaan Pendapatan Belanja Daerah se-Indonesia di Pekanbaru, Adil menyatakan kecewa kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, Kemenkeu Lucky Alfirman. Pada sesi tanya jawab, Adil mempertanyakan ihwal dana bagi hasil (DBH) minyak di Kepulauan Meranti kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kemenkeu.
