Baca Juga: Pejabat di Kabupaten Kolaka Utara Tewas Usai Mobil Dikendarai Masuk Jurang
Adil mengatakan, Kemenkeu telah mengeruk keuntungan dari eksploitasi minyak di daerah Kepulauan Meranti. Kepulauan Meranti bahkan memproduksi 8 ribu barel minyak per hari. Namun, ia mengaku tak pernah menerima rincian penerimaan daerah atas hasil sumber daya alam daerahnya. Daerahnya mendapatkan keuntungan yang kecil dari eksplorasi sumber daya alamnya karena DBH migas yang diterima minim.
Adil sempat mengajak Kemenkeu untuk berdiskusi soal hal itu, namun dirinya merasa kecewa lantaran pihak Kemenkeu malah menawarkan pertemuan secara virtual atau online.
2. Ancam angkat senjata dan gabung dengan Malaysia
Dilansir dari Sindonews.com, perseteruannya dengan Kemenkeu langsung memuncak usai menyebut Kementerian Keuangan diisi iblis atau setan dalam video yang beredar luas di media sosial. Adil bahkan menuding Kemenkeu telah mengeruk keuntungan dari eksploitasi minyak di Kepulauan Meranti.
