Ia menjelaskan, berbagai temuan tersebut merupakan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan Presiden selama kurang lebih 18 bulan terakhir. Catatan-catatan itu kemudian menjadi dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan terkait pergantian pimpinan BGN.
“Tentunya selama satu setengah tahun melakukan monitoring dan evaluasi, banyak catatan-catatan yang kemudian itu menjadi dasar pertimbangan oleh Bapak Presiden untuk melakukan pergantian ini dengan harapan catatan-catatan tersebut dapat segera untuk kita perbaiki,” kata Prasetyo.
Dalam perombakan tersebut, Presiden tidak hanya mengganti Kepala BGN. Dua wakil kepala lembaga itu juga turut dicopot, yakni Irjen Pol Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.
“Selama kurang lebih hampir satu setengah tahun melakukan monitoring, melakukan evaluasi, maka pada hari ini, Selasa, tanggal 2 Juni 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo.
Pemerintah selanjutnya menunjuk Nanik Sudaryanti Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Sementara posisi Wakil Kepala BGN diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
