“Aksi hari ini adalah bentuk komitmen keumatan dan kebangsaan kami di HMI, sebab kami merasa ada perlakuan yang tidak adil oleh pemerintah terhadap umat muslim," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris HMI Cabang Kendari, Ilham Nur Baco mengatakan, bukan Munas Kadin yang ditolak tetapi yang pihaknya tolak adalah klaster baru penyebaran COVID-19 di Kendari. Apalagi dua hari terakhir ini ada peningkatan angka penularan.

Baca Juga: Angka Partisipasi Murni Kota Kendari Tahun 2020 Meningkat

"Sebenarnya yang kami tolak bukan Munas Kadin, justru kami bangga jika Sultra menjadi sorotan nasional. Tetapi apakah elok kalau yang disorot adalah angka penyebaran COVID-19 yang semakin tinggi atau karena adanya klaster baru akibat kerumunan Munas itu," tambahnya.

Pihaknya menilai Pemprov dan Pemkot justru berlaku tidak adil kepada umat Muslim, yang mana menurutnya saat Ramadan ada upaya pemerintah untuk membatasi aktivitas masyarakatx bahkan saat umat Muslim hendak mudik dilarang karena alasan COVID-19.