Kemudian, konsep kedua kaderisasi warung kopi ala Futuristis Coffee. Disini, ia melakukan promosi dengan para aktivis mahasiswa dan penggiat literasi.

Dimana, konsep kaderisasi ala Futuristis Coffee ini diterapkan dengan membuka angkringan miliknya mulai pukul 20.00 Wita sampai 02.00 Wita.

"Di dalamnya lebih banyak ke diskusi. Kadang kami sediakan tema diskusi dan juga buku-buku bacaan. Selain mempertahankan bisnis, juga mempertahankan regenerasi kader. Karena saya juga anggota salah satu organisasi kampus," jelasnya.

Menurut Sul, dengan konsep yang telah ia terapkan itu, angkringan Futuristis Coffee miliknya bisa terus berjalan dan hasil yang diperoleh cukup menjanjikan.

"Alhmadulillah, bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan juga untuk kuliah. Dan untuk pekan ini, banyak didatangi oleh kalangan aktivis kampus yang Ramadan ini tidak sempat mudik. Yah, berdiskusi sambil menunggu waktu sahur, ada juga yang sekedar ngopi sambil baca buku," tutupnya. (B)