Baca Juga: Sopir Angkot Kendari Mengeluh Tergerus Transportasi Online
“Banyak dari mereka menganggap ini hal biasa. Mereka merasa sudah dewasa dan bisa membuat keputusan sendiri,” ujar Yusuf, Sabtu (3/5/2025).
Yusuf menilai bahwa gaya hidup ini kerap dipilih karena alasan ekonomi, kenyamanan, dan pengaruh gaya hidup urban. Namun, ia juga menilai bahwa kurangnya bimbingan dari keluarga dan minimnya edukasi moral membuat fenomena ini berkembang tanpa kontrol.
Fenomena kumpul kebo di Kota Kendari juga diakui oleh Ketua KOPRI PC PMII Kendari, Hasriana (24). Ia menilai, fenomena kumpul kebo tidak hanya mengusik tatanan moral masyarakat, tetapi juga menimbulkan dampak sosial jangka panjang.
"Fenomena kumpul kebo sangat mengusik tatanan moral masyarakat dan akan menimbulkan dampak jangka panjang, karena akan meningkatkan kasus kehamilan di luar nikah dan kerentanan terhadap konflik keluarga dan hal lainnya," kata Hasrina.
