“Kami sudah melakukan berbagai upaya untuk menarik minat masyarakat, namun tampaknya masih ada kekurangan dalam hal promosi dan relevansi layanan yang ditawarkan,” ujar Rahman Heruddin, staf promosi media sosial dan internet Perpustakaan Kota Kendari.

Heruddin mengatakan pengelola perpustakaan sudah berupaya membuat program transformasi berbasis sosial seperti pelatihan dan seminar yang bisa dihadiri masyarakat.

Berkunjung ke Perpustakaan Kota Kendari bagi sebagian masyarakat tidak lagi menjadi pilihan utama. Mereka di antaranya lebih memilih mencari buku-buku atau informasi yang dibutuhkan melalui fasilitas internet, selain jam kunjungan secara online pun tidak terbatas.    

Baca Juga: Gempa Guncang Konawe Selatan dan Terasa Hingga Kendari

“Saya belum pernah ke perpus kota, karena buku-buku atau apapun yang saya butuhkan terkait konsentrasi keilmuanku sudah banyak tersedia secara online,” ujar Yusril, mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO).