Baca Juga: Pj Bupati Muna Barat Belum Diberikan Randis, Kepala BPKAD Sebut Masih Masuk Bengkel

Rombongan Presiden tiba di Kampus Bambu Turetogo di Desa Ratogesa, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada pada pukul 15.20 Wita. Presiden disambut oleh pimpinan YBL, termasuk Ketua YBL, Arief Rabik.

Presiden Jokowi kemudian mendengarkan penjelasan Arief Rabik tentang bambu laminasi, produk olahan bambu yang memiliki bentuk dan kekuatan serupa kayu. Dengan potensi bambu yang dimiliki NTT, provinsi ini berpeluang menjadi sentra produsen bambu laminasi.

"Permintaan pasar global untuk bambu laminasi akan terus meningkat karena bambu laminasi  merupakan alternatif yang lebih lestari, ramah lingkungan dan lebih rendah karbon dibandingkan kayu" jelasnya.

Presiden Jokowi juga sempat bertanya tentang dukungan apa yang bisa diberikannya untuk mendorong terciptanya NTT sebagai sentra industri bambu rakyat.