"Sedangkan di Kecamatan Cibal Barat ada Desa Wae Codi, Desa Latung, Desa Golo Woi dan Desa Wae Renca," kata Eduardus pada kesempatan dialog bersama orang nomor satu di NTT itu.

Ia pun merinci, di Desa Ladur ada 4 Dusun dan 500 KK yang belum teraliri listrik sama sekali. Kemudian di Desa Kentol ada satu Dusun yang belum teraliri listrik.

Lalu Desa Langkas ada 1 Dusun dan 150 KK yang belum teraliri listrik. Berikut di Desa Riung ada 3 Dusun dan 622 KK yang belum teraliri listrik, dan yang terakhir di Desa Nenu ada 1 Dusun dan 17 KK yang belum teraliri listrik.

"Jadi itu data untuk Kecamatan Cibal. Kami berharap Pak Gubernur telah menyiapkan kantong kosong dari Kupang untuk menampung aspirasi ini," ujar Eduardus diikuti tepuk tangan meriah para hadirin.

Tak hanya soal listrik, Eduardus juga mengaku kesulitan membangun desa karena jumlah Dana Desa yang terlalu banyak dialokasikan ke BLT penanganan COVID-19 sehingga nyaris tak menyentuh program-program lain.