KENDARI, TELISIK.ID - Tak ada kata putus asa dalam kamus hidup Anggota Komisi II DPR RI, Ir. Hugua. Cobaan demi cobaan yang dirasakan sejak kecil oleh pria kelahiran Tomia, Wakatobi, ini tak menyurutkan niatnya untuk mengejar impiannya.
Ketika berusia 2 tahun, ibunya bernama Wa Miru meninggal dunia. Beruntung, dia lalu memiliki seorang ibu tiri, Wa Ode Mounga, sebagai penjahit pakaian yang sangat baik hati. Hasil jahitan itulah yang pelan-pelan menopang biaya sekolahnya sewaktu di Tomia.
Saat masuk di sekolah dasar, Hugua sempat mengalami perundungan dari teman-teman sekolahnya sebab namanya merupakan kosa kata bahasa Tomia yang berarti tatakan atau lapik.
Meski sempat minder, perundungan itu dia terima sebagai dorongan motivasi sekaligus untuk membuktikan kepada teman-temannya bahwa kelak dirinya akan menjadi orang sukses.
Dan tanda-tanda jadi orang sukses itu sudah tampak sejak kecil oleh karena dia merupakan seorang pelajar berprestasi. Setiap penerimaan buku rapor sekolah, baik SD maupun SMP, dia selalu juara.
