Negarawan punya impilkasi langsung terhadap hajat hidup masyarakat. Seperti, punya kebijakan mengelola anggaran publik baik berupa APBN dan APBD. Kemudian urusan legitimasi sebagaimana amanah konstitusi untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.

Hugua menerangkan bahwa seorang negarawan sejati pasti selalu berpikir untuk memajukan harkat dan martabat bangsa dan negaranya. Bukan malah mengutamakan kepentingan pribadi dan kepentingan kekuasaan. Selama ini banyak masyarakat yang kecewa atas hasil pilkada karena tak tepat menilai sosok negarawan.

“Saya betul-betul berharap di pemilu kedepan bukan asal mendukung si A dan si B. Tapi lihat integritasnya, lihat track record (rekam jejak)-nya. Lihat isi kepala, tapi lebih penting lihat isi dadanya, karena tangannya bergerak berdasarkan parameter yang ada di dadanya. Sudah terlalu banyak orang-orang yang kecewa terhadap pemimpin yang keliru karena dia melihat isi kepalanya,” harap Hugua.  

Politik adalah Game

Selain soal memilih pemimpin, Hugua juga mengurai isu-isu politik terutama kaitannya dengan politik identitas. Dia mengatakan, dalam sistem pemilihan one man one vote, para kontestan tak salah menggunakan isu apa saja demi menggalang dukungan. Hal tersebut merupakan konsekuensi bagi negara berkembang seperti Indonesia, yang menerapkan sistem pemilihan one man one vote.