“Saya ingin membuktikan bahwa sebetulnya, dunia Anda pemerintah itu, ada dunia lain yang Anda harus simak. Karena Anda selalu datang dengan cara pandang Anda, dengan kekuasaan Anda, dengan legitimasi negara Anda sehingga melihat rakyat itu dalam kacamata yang lemah, dalam kacamata diperdaya, dalam kacamata harus dilayani,” kata Hugua kepada Telisik.id beberapa hari lalu.

Di dunia LSM pula Hugua menemukan gagasan surgaisme sebagai upaya mendamaikan paham kapitalisme dan sosialisme. Dua paham ekonomi ini, jelas Hugua, sama-sama berasal dari sifat dasar manusia.

Kapital adalah ketamakan (greedy) yang melahirkan sikap berlebihan menumpuk kekayaan dan memenopoli pintu-pintu ekonomi. Di sisi lain, ada cinta (love) sebagai sikap dasar kedua. Sikap inilah yang melahahirkan rasa sosial, komunal dan rasa ikatan sosial yang tinggi. “Jadi gagasan surgaisme itu adalah jalan tengah,” terang Hugua.

Nilai-nilai itulah yang mengantarkan Hugua jadi Bupati Wakatobi selama dua periode, yakni 2006-2016. Dasar Hugua memiliki cakrawala pemikiran luas, nama Wakaboti dibawa ke dunia internasional sehingga dikenal sebagai salah satu tempat pariwisata terbaik di dunia dengan tagline pusat segitiga karang dunia. Untuk itu, hampir semua benua pernah dia datangi.

Kesuksesan Hugua itu lahir karena mampu memaksimalkan fungsi pemerintah daerah dan stakeholder secara harmonis. “Warnanya beda saat saya jadi bupati, program yang kita tawarkan, dan pendekatan yang kita lakukan jauh berbeda, karena saya sadar bahwa saya bukan berkuasa di Wakatobi,” terangnya.