Hugua mengibaratkan dirinya saat jadi bupati seperti seorang pelatih (coach) sepak bola, bukan seperti top manager yang punya kehendak semaunya mengambil keputusan tanpa mendengar masukan sana-sini.

Namun, orang jarang tahu bahwa sebelum jadi Bupati Wakatobi, Hugua melewati 4 fase pengalaman hidup. Sebagai aktifis LSM, kemudian pengusaha (agen travel, usaha dalam pendidikan dan lainnnya), lalu sebagai konsultan community development (pengembangan masyarakat). “Mungkin tidak semua bupati pernah lalui empat dunia itu,” ungkap Hugua.

Pengagum Soekarno

Hugua mengenal dan mengagumi sosok Bung Karno sejak kecil melalui siaran-siaran radio dan potongan-potongan koran. “Kira-kira kelas 3-4-5, saya itu suka pidato berapi-api menirukan gaya Bung Karno. Saya terobsesi dengan Bung Karno. Artinya itu melengket dari kecil,” ujarnya.

Saking kagumnya, memilih jurusan pertanian sewaktu mendaftar kuliah di UHO sebenarnya terinspirasi oleh tokoh idolanya yang juga bergelar insiyur. Bahkan perjalanan dan ideologi Hugua tanpa sadar lekat dengan cita-cita mulia Bung Karno.