“Perjuangan untuk masyarakat, perjuangan untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa. Itu obsesi saya karena ingin berbuat sesuatu menyejahterakan orang,” ungkapnya. Diakuinya bahwa memahami visi besar Bung Karno datang belakangan ketika dia mulai intens bersentuhan dengan berbagai hal.  

Dalam hidup keseharian pun, Hugua terpengaruh oleh sosok Bung Karno yang pandai memposisikan diri. Berwibawa saat berhadapan dengan negarawan, di saat bersamaan dirinya mudah beradaptasi ketika berada di tengah-tengah masyarakat. “Soekarno menularkan energi positif. Itulah sosok Bung Karno yang menurut saya belum ada satu tokoh yang menyamainya.”

Obsesi di DPR RI

Ketika resmi dilantik jadi anggota DPR RI, Hugua tak punya pengalaman dalam lembaga legislatif. Yang dia tahu bahwa DPR RI ini adalah instrument negara yang punya tiga fungsi, yaitu fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan. Hal itu wajar saja mengingat Hugua matang di dunia eksekutif, yakni Bupati Wakatobi dua periode.

Belakangan, dia mulai candu setelah menjalani fungsi-fungsi legislasi dengan baik. Bahkan pengalamannya sewaktu berstatus kepala daerah terasa betul manfaatnya.