Dalam memberikan kritik, Politisi kelahiran 15 April 1984 ini tidak asal mengkritik. Ada hal yang tetap diperhatikan. Misalnya mengkritisi dengan memberikan solusi.

Baca juga: Demi Perubahan, Farhana Mallawangan Dorong Kaum Perempuan Terlibat Politik

"Misalnya kita tindaklanjuti dengan RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan dinas terkait untuk sama-sama mencari solusi," ungkap Rajab yang juga lulusan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UHO tahun 2002.

Selain itu, mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di zamannya ini, paling menghindari mengkritik sesuatu yang menyentuh kehidupan pribadi seseorang.

"Kita hanya masuk pada tugas dan tanggung jawab kita sebagai pengawasan dalam membangun komunikasi dengan pemerintah. Melihat apa yang pemerintah kerjakan," jelas Rajab.