KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Karantina Pelabuhan Tobaku/Katoi melalui Seksi Pengendalian Arus dan Jasa Dinas Perdagangan (Disdag)  Kolaka Utara (Kolut) menyebut, peredaran daging  beku impor dari India mulai masuk ke Kolut sejak Juli sampai November 2019 dengan jumlah sekitar 100 sampai 200 kilogram perminggu.

Baca Juga: DPW dan DPD PKS Tidak Kompak Soal SK Calon Wawali Kendari

Menurut Seksi Pengendalian Arus dan Jasa, Disdag Kolut, Saenal ST, peredaran daging impor asal India yang masuk di Kolut melalui kapal laut itu, penjualannya tidak hanya di wilayah-wilayah Kolut.

"Jadi menurut pangkuan Abrisam saat sidak, penjualannya itu tidak hanya di Kolaka Utara tapi ada juga yang antar ke Pomala, Kolaka atas pesanan pesta," kata Saenal, Rabu (11/12/2019).

Banyaknya pesanan, lanjutnya karena kebutuhan mendesak untuk segera dipenuhi. Sementara kalau mereka mau memesan sapi di Bombana mereka harus ke Bombana lagi.