Seperti yang dialami oleh wanita asal Semarang berinisial DN (26) yang mengalami gagal ginjal kronis.
DN bercerita, awalnya ia tidak merasakan gejala apapun pada tubuhnya, namun terkadang ia merasa pusing.
Akhirnya ia memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter. Walhasil, dokter memvonis dirinya gagal ginjal dan setiap hari ia terpaksa harus mengganti cairan dialisis secara rutin, siang dan malam.
Sebelum mengganti cairan dialisis, ia juga wajib mengecek kebocoran, kotoran, expired date cairan tersebut.
Jauh sebelum didiagnosis gagal ginjal kronis, DN mengaku sempat berpikir keluhan yang dialaminya mengarah ke masalah lambung lantaran sering mual dan muntah.
