Komisi III DPR sendiri memegang peranan strategis dalam mengawasi institusi penegak hukum seperti kejaksaan, kepolisian, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Langkah pencopotan Sahroni tidak lepas dari kontroversi pernyataannya yang menyebut rakyat Indonesia tolol apabila mendukung pembubaran DPR. Pernyataan itu ia lontarkan dalam kunjungan kerja di Polda Sumatera Utara pada Jumat (22/8/2025) pekan lalu.
“Mental manusia yang begitu adalah mental manusia tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma mental bilang bubarin DPR, itu adalah orang tolol sedunia,” kata Ahmad Sahroni, dikutip dari suara.com, jaringan telisik.id.
Ucapan tersebut memicu gelombang reaksi keras dari masyarakat. Sahroni dianggap menghina rakyat yang justru menjadi pemberi mandat sekaligus sumber gajinya sebagai anggota DPR RI selama hampir tiga periode. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
