Ia menghabiskan masa kecilnya di kamp pengungsi Al-Shati di Jalur Gaza. Seperti anak-anak pengungsi pada umumnya, Haniyeh menempuh pendidikan di sekolah-sekolah yang dikelola oleh Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA).
Baca Juga: La Nina Mengancam, Potensi Banjir Tanah Air di Tengah Musim Kemarau Agustus
Haniyeh dikenal sebagai sosok yang kharismatik dan memiliki pengaruh besar dalam gerakan perlawanan Palestina. Selama bertahun-tahun, ia memainkan peran kunci dalam strategi dan operasi Hamas, menjadikan dirinya sebagai simbol perlawanan bagi banyak rakyat Palestina.
Kematian Haniyeh merupakan pukulan besar bagi Hamas dan juga bagi perlawanan Palestina secara keseluruhan.
Hamas dalam pernyataannya menegaskan bahwa mereka akan terus melanjutkan perjuangan meskipun kehilangan pemimpin mereka.
