Meskipun asing, Aziz mengaku sudah mulai menyukai dunia Astronomi sejak kelas dua SMP, beranjak dari penyanyi favoritnya yang sering menggunakan istilah Astronomi dalam lirik lagunya, sejak saat itu ia mulai ingin tau lebih dalam mengenai ilmu Astronomi.
Dalam prosesnya, Aziz belajar secara otodidak melalui buku-buku yang ia pinjam di perpustakaan sekolahnya, atau pun melalui internet dan sesekali ia sering bertanya kepada guru-guru atau kakak-kakak kelas yang sebelumnya pernah mengikuti kompetisi yang sama.
Bahkan saat dikabarkan, ia lolos untuk mewakili Provinsi Sulawesi Tenggara, ia hanya punya waktu 3 Minggu pembinaan untuk mempersiapkan diri di kompetisi tingkat nasional itu. Aziz mengatakan, bukan hal yang mudah untuk bisa mencapai titik keberhasilannya saat ini.
“Perasaannya senang sekali, karena dari tahun lalu gagal, berjuang lagi tahun ini. Terus karena banyak yang dikorbanin kan, korban waktu, banyak tugas yang terbengkalai, banyak izinnya ke Diklat, banyak pembinaan, jadi rasanya tidak sia-sia,” ucap Aziz melalui panggilan WhatsApp, Minggu (9/10/2022).
Tak lupa ia juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua, guru-guru dan teman-teman sekolahnya. Menurutnya, sekolah telah memberikan dukungan doa dan semangat yang paling berharga sehingga ia bisa melewati kompetisi ini.
