Namun Iwan meminta pemkot agar membatalkan rencananya. Alasannya, lokasi tersebut kadung menjadi ladang pencaharian untuk menyambung hidup mahasiswa dengan menggelar beragam usaha.
Dari usaha itulah, para mahasiswa sanggup membantu mengurangi beban orang tua mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup di tanah rantau. Pemkot Kendari lantas bersedia menyetujui. Terlihat lapak saat ini masih utuh berbaris memanjang di sekitar pertigaan kampus. Bangunannya tetap dibiarkan berdiri di bawah syarat perlu ditata lebih rapi.
Periode keanggotaannya di dewan berlanjut sesudah mengulang kemenangannya pada Pilcaleg 2019. Ia pun terus menjalankan program pembangunan infrastruktur dasar yang menyasar kebutuhan konstituennya. Sebagiannya menjawab keluhan salah satu kelompok masyarakat penghuni kampung minoritas umat nasrani di Kecamatan Baruga.
Iwan membantu meloloskan penganggaran buat penataan jalan di kompleks perkampungan agar dapat memudahkan akses lalu lintas masyarakat. Sebelumnya, ruas jalan berbatu itu sudah tidak layak pakai akibat kondisinya banyak berlubang. Langkah pengerjaannya dilakukan pula bersama pengadaan lampu penerang.
Pembangunan infrastruktur memang menjadi perhatian utama Iwan selama mengemban tanggung jawab sebagai wakil rakyat. Program itu terus digalakkan hingga ia memutuskan kembali naik di atas arena pencalegan untuk kali ketiga.
