Langkahnya tidak berubah selalu mengikuti sesuai kebutuhan mendasar orang diwakilinya. Dia benar-benar ingin mengubah persepsi orang-orang tentang masa lalunya. Iwan sendiri tak pernah menyesali kehidupan kelamnya. Ia malah belajar dari pengalaman buruknya untuk berbenah dengan bekerja memberi manfaat bagi banyak orang.
Beberapa waktu lalu Iwan bersama sejawatnya di dewan, LM Rajab Jinik berperan membubarkan sekelompok orang yang memblokir ruas jalan di depan UHO sampai malam hari, sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas.
Demonstrasi itu menyusul terjadinya bentrok dengan aparat kepolisian pasca pecahnya kericuhan saat unjuk rasa di depan Polda Sulawesi Tenggara.
Salah seorang warga di Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, La Pedato R mengungkapkan, mempunyai rasa empati terhadap Iwan Kambara atas jasanya membantu membenahi sejumlah infrastruktur di tempatnya.
Baca Juga: Bos Jalan Tol Tagih Utang Pemerintah Rp 800 Miliar, Sosok Pengusaha Muslim Tionghoa
