Michael Hjort kemudian menemukan cerita Aris dari aplikasi Supertext yang banyak dipakai oleh orang Swedia. Saat itu Aris meng-upload rangkaian ceritanya dengan kombinasi video dan text. Setelah melakukan penelitian cerita, kemudian Michael Hjort menghubungi Aris dan menjadwalkan zoom meeting. Kemudian Michael meminta seluruh script untuk dikirimkan, dan dua minggu kemudian Michael menawarkan kontrak (saat itu Michael berada di Lisbon, Portugal). Michael tertarik dengan setting cerita VOC, Bandung, Garut, Perkebunan Teh di dalam cerita “original” Wim dan Entin.

Michael mengungkapkan bahwa aplikasi Supertext telah menjadi wadah yang baik bagi pembaca.

Baca Juga: Berikut Deretan Film yang Siap Hiasi Bioskop Maret 2023

"Aplikasi Supertext memberikan kesempatan pembaca untuk memberi masukan langsung ke penulis, sehingga mereka bisa memiliki hubungan penulis dan pembaca yang lebih dekat," ungkap Michael di video yang dibagikan oleh Aris.

Aris sendiri mengaku tidak pernah membayangkan tulisanya dirilik rumah produksi asal Swedia.