Secara triwulanan, produksi pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 17.052 ton, turun dibandingkan triwulan sebelumnya akibat dimulainya pembangunan kembali Furnace 3 sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan operasi.
Selain nikel matte, PT Vale mulai memperluas sumber pendapatan melalui penjualan bijih nikel saprolit dari Blok Bahodopi dan Pomalaa. Sepanjang 2025, total penjualan mencapai 2.316.023 wet metric ton (wmt), dengan kontribusi terbesar dari Bahodopi.
Di tengah dinamika tersebut, perseroan mampu menjaga efisiensi dengan biaya kas penjualan sebesar 9.339 dolar AS per ton, menjadi yang terendah dalam empat tahun terakhir.
Untuk mendukung pengembangan usaha, PT Vale mengalokasikan belanja modal sebesar 485,9 juta dolar AS atau meningkat 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Investasi difokuskan pada proyek strategis dan kebutuhan sustaining capital.
Baca Juga: Jagung Kuning Primadona di Muna dan Pemkab Perluas Areal Tanam
