Hingga akhir 2025, posisi kas perseroan tercatat sebesar 376,3 juta dolar AS, mencerminkan kondisi keuangan yang solid untuk menopang ekspansi.
Sepanjang tahun, perusahaan juga menghadapi sejumlah tantangan, termasuk insiden kebocoran pipa minyak pada Agustus 2025 serta tekanan harga komoditas. Namun, operasional tetap dijaga dengan disiplin biaya dan fokus pada keselamatan kerja.
Ke depan, PT Vale memperkuat pengembangan proyek hilirisasi. Proyek tambang di Pomalaa telah mencapai sekitar 60 persen, sementara proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) berada di kisaran 50 persen konstruksi dan ditargetkan rampung secara mekanis pada triwulan III 2026.
Perseroan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kinerja berkelanjutan melalui tata kelola yang baik, efisiensi operasional, serta pengembangan bisnis jangka panjang. (Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
