1. Lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15)

2. Bahan bakar mineral (HS 27)

3. Besi dan baja (HS 72)

Namun, tidak semua sektor mengalami surplus. Neraca perdagangan komoditas migas justru mencatatkan defisit sebesar US$1,11 miliar selama semester I 2025. Defisit ini terutama disumbang oleh impor minyak mentah dan hasil minyak olahan.

“Impor komoditas minyak mentah tertinggi pada Januari-Juni 2025 adalah crude petroleum oil (HS 27090010) sebesar US$3,9 miliar dengan volume 7,3 juta ton,” kata Pudji.