TAIPEI, TELISIK.ID - Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) membukukan laba bersih rekor sebesar NT$763,1 miliar pada kuartal III-2026, melonjak 68,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pendapatan perusahaan juga mencapai rekor NT$1,494 triliun, naik 50,9 persen secara tahunan. Kedua angka tersebut melampaui perkiraan analis dan menegaskan dominasi TSMC di tengah ledakan permintaan chip kecerdasan buatan (AI).
Hasil yang diumumkan pada Kamis (15/10/2026) itu menandai kuartal keenam berturut-turut TSMC mencetak rekor laba bersih. Capaian tersebut juga melampaui estimasi cerdas LSEG sebesar NT$746,3 miliar yang disusun dari para analis dengan rekam jejak perkiraan paling akurat. Sebagai produsen chip kontrak terbesar di dunia, TSMC memasok chip canggih untuk raksasa teknologi seperti Nvidia dan Apple.
Permintaan Chip AI Jadi Pendorong Utama
Lonjakan kinerja TSMC ditopang permintaan global yang terus menguat terhadap prosesor AI dan teknologi node termutakhir. Segmen komputasi kinerja tinggi (high-performance computing/HPC) — kategori yang mencakup akselerator AI dan prosesor pusat data — menyumbang 68 persen dari total pendapatan, naik dari 57 persen setahun sebelumnya. Sementara itu, segmen ponsel pintar berkontribusi 21 persen, dan segmen otomotif menjadi yang tumbuh paling cepat dengan kenaikan 23 persen dibanding kuartal sebelumnya.
Dari sisi teknologi, proses 3 nanometer menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 33 persen dari pendapatan wafer, disusul 5 nanometer sebesar 28 persen dan 7 nanometer sebesar 10 persen. Yang paling menonjol, teknologi 2 nanometer — generasi chip paling mutakhir TSMC — melompat dari 3 persen menjadi 8 persen dari pendapatan wafer hanya dalam satu kuartal. Secara keseluruhan, teknologi canggih 7 nanometer ke bawah menyumbang 79 persen dari total pendapatan wafer perusahaan.
