Pulau Labengki merupakan kawasan Konservasi dengan nama TWA (Taman Wisata Alam) di bawah naungan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup serta BKSDA Sultra. Pertama kali di explore oleh tim konservasi kima Toli Toli pada 2012, berawal dari konservasi, kemudian mulai terdengar oleh kalangan penggiat alam. 

Pada 2013 pihak tim konservasi mengajak beberapa kalangan dari media dan pencinta alam untuk survey beberapa lokasi baru. Untuk pertama kali tahun 2014 media dan komunitas jalan-jalan membuat acara pelepasan tahun baru di bawah laut yang dihadiri 60 peserta dari berbagai kalangan. Di tahun yang sama dilanjutkan kegiatan expedisi spot dive oleh pencinta alam Bandung dan berbagai kegiatan lainnya. Alhasil tempat tersebut mulai ramai dibahas di media sosial dan ramai dikunjungi wisatawan lokal sejak tahun 2015 sampai sekarang. 

Untuk sampai ke pulau ini, anda bisa menyewa kapal yang ada di Pelabuhan Bokori, Soropia atau Lasolo, harga kapal berfariatif tergantung besar muatan dan kecepatan kapal. Penginapan, tersdia 3 tipe yang bisa dipilih, diantaranya homestay (rumah warga suku bajo), cottage, dan resort. Masing masing memiliki harga dan fasilitas yang berbeda pula. Harga mulai Rp 250.000/hari sampai Rp 2.700.000/hari. 

Labengki termasuk wisata unggulan pemerintah daerah setempat. Dimana, merupakan bagian dariSegitiga Berlian yang akan mendorong pendapatan ekonomi daerah, selain  Taipa dan Air Panas  Wawolesea.

Segitiga berlian akan terus dikembangan untuk mengakselerasikan pembangunan dengan pemerintah Nasional mengenai target sepuluh juta kunjungan wisatawan manca negara ke Indonesia.